Perdebatan ini selalu muncul menjelang musim tanam, terutama di kalangan pekebun yang baru mulai. Satu pihak bilang mulsa itu biaya tambahan yang bisa dihemat, pihak lain bilang justru tanpa mulsa yang lebih mahal.

Keduanya bisa benar, tergantung tanamannya apa dan di mana lahannya. Menanam dengan mulsa vs tanpa mulsa, untung mana, sebenarnya bisa dihitung sendiri asal tahu pos biaya mana saja yang berubah.

Biaya yang Bertambah Kalau Pakai Mulsa

Ada tiga pos yang jelas bertambah, dan ketiganya muncul di awal musim.

  1. Harga lembarannya. Dikeluarkan sekaligus di muka, sebelum satu rupiah pun masuk dari panen. Ini yang membuatnya terasa berat, apalagi bagi pekebun dengan modal terbatas.
  2. Tenaga pemasangan. Membentang, menanam tepi, dan melubangi mulsa adalah pekerjaan tersendiri yang butuh beberapa orang selama satu sampai dua hari untuk luasan menengah.
  3. Penanganan setelah panen. Lembaran bekas harus diangkat dan dikumpulkan. Pekerjaan ini kecil tapi tetap ada.

Biaya yang Berkurang Kalau Pakai Mulsa

Tenaga penyiangan. Inilah pos terbesar, dan yang paling sering diremehkan karena tersebar sepanjang musim.

Tanpa mulsa, penyiangan dilakukan berulang kali dari awal tanam sampai menjelang panen. Setiap putaran butuh tenaga, dan di musim hujan frekuensinya bertambah karena gulma tumbuh lebih cepat.

Dengan mulsa, penyiangan hanya menyisakan lubang tanam dan sela antar bedengan. Pekerjaannya jauh lebih sedikit dan tidak perlu diulang sesering itu.

Kehilangan pupuk. Pada lahan terbuka, hujan deras menghanyutkan sebagian pupuk sebelum sempat diserap akar. Permukaan tertutup menahan hal itu, sehingga pupuk yang ditebar lebih banyak yang benar-benar terpakai.

Kebutuhan air. Penguapan dari permukaan tanah berkurang jauh. Pada musim kemarau, selisihnya terasa pada jumlah penyiraman.

Kehilangan hasil karena busuk. Buah yang menyentuh tanah basah lebih mudah terserang penyakit, dan percikan tanah saat hujan membawa patogen naik ke bagian bawah tanaman. Mulsa memutus kontak langsung itu.

Yang Berubah di Sisi Hasil Panen

Selain biaya, ada dua hal di sisi pendapatan yang ikut bergerak.

Buah yang tidak bersentuhan tanah umumnya lebih bersih dan mulus, dan pada komoditas yang harganya dibedakan berdasarkan kelas, selisih mutu ini langsung berpengaruh ke harga jual.

Pertumbuhan tanaman juga cenderung lebih seragam karena kelembapan tanah lebih stabil. Panen yang seragam memudahkan penjadwalan dan mengurangi sisa yang tidak terjual.

Kapan Tanpa Mulsa Lebih Masuk Akal

Supaya berimbang, pertanyaan menanam dengan mulsa vs tanpa mulsa, untung mana, punya kondisi di mana jawabannya memang berpihak pada tanpa mulsa.

  • Tanaman berumur sangat pendek. Kalau tanamannya hanya beberapa minggu di lahan, gulma belum sempat jadi masalah besar, sementara biaya mulsa tetap dikeluarkan penuh.
  • Komoditas bernilai rendah. Tanaman dengan harga jual rendah per satuan luas sulit menutup biaya lembaran dan pemasangannya.
  • Lahan sangat sempit. Pada luasan kecil, penyiangan manual masih terjangkau dan tidak sepadan dengan repotnya memasang mulsa.
  • Tanaman yang perlu sulur menyentuh tanah. Sebagian tanaman diperbanyak atau diarahkan dengan cara yang menuntut kontak langsung dengan tanah.

Kapan Mulsa Jelas Lebih Untung

Sebaliknya, ada kondisi di mana hitungannya hampir selalu berpihak pada mulsa.

Tanaman berumur panjang dengan nilai jual tinggi seperti cabe, melon, semangka, dan tomat. Masa tanam yang panjang berarti banyak putaran penyiangan yang bisa dipangkas, dan nilai jual yang tinggi membuat perbaikan mutu terasa di pendapatan.

Daerah dengan curah hujan tinggi, karena di situ gulma tumbuh cepat dan percikan tanah menjadi masalah nyata.

Daerah dengan tenaga kerja sulit dicari atau upah harian tinggi, karena pos penyiangan menjadi mahal. Dan lahan yang sudah diketahui banyak biji gulmanya dari musim sebelumnya.

Cara Menghitung Sendiri

Daripada mengikuti pendapat orang, hitung dengan angka di lahan sendiri.

Catat berapa kali penyiangan dilakukan musim lalu, berapa orang per putaran, dan berapa upah harian di daerah Anda. Jumlahkan, lalu bandingkan dengan harga mulsa untuk luasan yang sama ditambah upah pemasangannya.

Perbandingan kasar itu saja biasanya sudah memberi jawaban. Dan kalau selisihnya tipis, dua hal tambahan biasanya yang menentukan, yaitu penghematan air di musim kemarau dan perbaikan mutu buah yang berpengaruh ke harga.

Jawabannya Ada di Umur Tanaman dan Upah Setempat

Jadi menanam dengan mulsa vs tanpa mulsa, untung mana? Pertanyaan itu tidak punya satu jawaban yang berlaku di semua tempat.

Yang bisa dipegang, mulsa menukar biaya di muka dengan penghematan yang tersebar sepanjang musim. Penukaran itu menguntungkan kalau musimnya panjang, gulmanya agresif, dan tenaga kerjanya mahal. Sebaliknya menjadi kurang menguntungkan kalau tanamannya cepat panen, nilainya rendah, dan lahannya sempit. Karena itu cara paling tepat bukan bertanya ke tetangga, melainkan membuka catatan musim lalu. Jumlah putaran penyiangan yang Anda kerjakan tahun kemarin sudah cukup untuk menjawabnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Plastik Mulsa merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id