Pertanyaan ini cukup sering muncul dari pekebun yang terbiasa dengan hortikultura lalu mulai menanam sawit. Di cabe dan melon, mulsa plastik terbukti menekan gulma dan menghemat tenaga penyiangan, jadi wajar kalau terpikir untuk dipakai juga di kebun sawit.

Jawaban jujurnya, plastik mulsa untuk sawit bukan praktik yang lazim di areal produksi, dan alasannya bukan soal harga semata. Tapi bukan berarti plastik tidak punya tempat di kebun sawit, karena ada beberapa bagian yang justru memakainya.

Yang Lazim Dipakai di Kebun Sawit

Sebelum membahas plastik mulsa untuk sawit lebih jauh, perlu dilihat dulu apa yang sudah dikerjakan di kebun. Fungsi penutup tanah di sana sebenarnya tetap dijalankan, hanya bahannya berbeda.

  • Tanaman kacangan penutup tanah. Pada masa tanaman belum menghasilkan, areal ditanami kacangan seperti Mucuna, Calopogonium, atau Pueraria. Tanaman ini menutup permukaan tanah sehingga gulma tertekan, menahan erosi di lahan berbukit, sekaligus mengikat nitrogen dari udara dan menambahkannya ke tanah.
  • Tandan kosong. Sisa pengolahan dari pabrik dikembalikan ke kebun dan ditebar di piringan atau di gawangan. Selain menahan penguapan dan menekan gulma, tandan kosong mengembalikan hara ke tanah, terutama kalium yang kebutuhannya besar pada sawit.
  • Susunan pelepah. Pelepah hasil penunasan ditumpuk rapi di gawangan. Lapisan ini menahan aliran permukaan, menekan gulma di jalurnya, dan perlahan melapuk menjadi bahan organik.

Ketiganya punya satu kesamaan yang tidak dimiliki plastik, yaitu ikut memberi hara saat melapuk.

Kenapa Plastik Jarang Dipakai di Areal Produksi

Luas dan jarak tanamnya tidak cocok. Sawit ditanam sekitar seratus tiga puluh sampai seratus empat puluh pohon per hektar dengan jarak sekitar sembilan meter. Menutup areal seluas itu dengan lembaran plastik berbeda jauh dari menutup bedengan hortikultura yang rapat dan sempit.

Umur kebunnya puluhan tahun. Satu siklus sawit berjalan sekitar dua puluh lima tahun, sementara lembaran mulsa plastik umurnya terhitung musim tanam. Penggantian berulang sepanjang umur kebun jelas tidak masuk hitungan.

Tidak mengembalikan hara. Ini perbedaan paling mendasar. Kacangan menambah nitrogen, tandan kosong mengembalikan kalium, dan pelepah melapuk jadi bahan organik. Plastik tidak memberi apa-apa ke tanah, dan pada tanaman tahunan yang kebutuhan haranya besar, hal ini terasa.

Menyisakan limbah. Lembaran yang sudah rusak harus dikumpulkan, dan di areal luas pekerjaan itu sendiri jadi beban.

Kanopi akan menutup sendiri. Setelah beberapa tahun, tajuk sawit saling menutup dan sinar matahari yang sampai ke lantai kebun berkurang drastis. Gulma tertekan dengan sendirinya tanpa perlu penutup apa pun.

Di Mana Plastik Justru Berguna di Sawit

Pembibitan

Di sinilah pemakaian plastik paling nyata dan paling luas. Bibit sawit dibesarkan di dalam polybag selama berbulan-bulan sebelum dipindah ke lapangan, dan polybag itu sendiri adalah produk plastik.

Di bawah susunan polybag, banyak pembibitan memasang alas penahan gulma agar rumput tidak tumbuh menembus dasar polybag dan akar bibit tidak menjalar ke tanah di bawahnya. Akar yang terlanjur menembus akan putus saat bibit diangkat, dan bibit jadi tertekan saat dipindah ke lapangan.

Piringan Sawit Muda

Pada tahun-tahun awal sebelum kanopi menutup, piringan di sekeliling pokok perlu dijaga bersih dari gulma agar tidak bersaing memperebutkan hara dan air.

Untuk keperluan ini sudah ada lembaran polietilen yang memang dirancang khusus menutup piringan pada fase tanaman belum menghasilkan, dan produknya diproduksi secara komersial, bukan sekadar plastik hortikultura yang dialihfungsikan.

Manfaat yang dilaporkan ada tiga. Kebutuhan penyiangan piringan tertekan selama kurang lebih delapan belas sampai dua puluh empat bulan pertama. Pupuk yang ditebar di piringan tidak mudah tercuci hujan, sehingga satu kali pemupukan bertahan jauh lebih lama. Dan karena gulma tidak perlu disemprot, daun serta pelepah muda terhindar dari risiko gosong akibat herbisida.

Penutup seperti ini paling terasa manfaatnya di tanah berpasir dan tanah miskin, yaitu kondisi di mana tandan kosong cepat habis melapuk sehingga perlu diulang berkali-kali. Kebutuhannya berakhir dengan sendirinya setelah kanopi menutup di tahun ketiga atau keempat, karena sejak itu gulma tertekan oleh naungan.

Kalau Tetap Ingin Mencoba di Piringan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah baru.

Bentuknya mengikuti piringan, bukan bedengan memanjang seperti hortikultura, dan perlu disisakan jarak dari pangkal batang. Lembaran yang menempel rapat ke pangkal menahan kelembapan berlebih di titik yang justru rawan busuk.

Air harus tetap bisa masuk ke area perakaran. Lembaran yang sepenuhnya kedap akan mengalirkan air hujan keluar dari piringan, padahal di situlah akar serabut paling aktif. Dan lembarannya harus mudah dibuka, karena pemupukan sawit dilakukan di piringan.

Jawabannya Tergantung Bagian Mana Kebunnya

Kalau yang dimaksud adalah menutup hamparan kebun yang sudah berproduksi, plastik mulsa untuk sawit memang bukan pilihan yang masuk akal. Kacangan penutup tanah, tandan kosong, dan susunan pelepah mengerjakan tugas yang sama sambil mengembalikan hara, dan itu tidak bisa ditandingi lembaran plastik.

Tapi kalau yang dimaksud pembibitan, jawabannya berbeda. Di sana plastik justru dipakai setiap hari, mulai dari polybag sampai alas penahan gulma di bawahnya.

Jadi sebelum memutuskan, tentukan dulu bagian mana yang hendak ditangani. Pembibitan punya jawabannya sendiri, piringan sawit muda punya pertimbangan tersendiri, dan hamparan produksi sebaiknya tetap mengikuti cara yang sudah terbukti.

FAQ

Apakah plastik mulsa bisa dipakai di kebun sawit?

Untuk hamparan areal produksi umumnya tidak, karena jarak tanamnya lebar, umur kebunnya puluhan tahun, dan plastik tidak mengembalikan hara. Di pembibitan, plastik justru dipakai secara rutin.

Apa yang dipakai sebagai penutup tanah di kebun sawit?

Tanaman kacangan penutup tanah pada masa belum menghasilkan, tandan kosong dari pabrik yang ditebar di piringan atau gawangan, serta susunan pelepah hasil penunasan di gawangan.

Kenapa penutup organik lebih dipilih dibanding plastik?

Karena ikut mengembalikan hara saat melapuk. Kacangan mengikat nitrogen, tandan kosong mengembalikan kalium, dan pelepah menjadi bahan organik. Plastik tidak memberi apa-apa ke tanah.

Di bagian mana plastik paling banyak dipakai di sawit?

Di pembibitan, berupa polybag tempat bibit dibesarkan dan alas penahan gulma di bawahnya agar akar tidak menembus ke tanah dan terputus saat bibit dipindah.

Apakah piringan sawit muda boleh ditutup plastik?

Boleh, dan sudah ada lembaran polietilen yang dirancang khusus untuk itu. Manfaatnya menekan penyiangan piringan selama sekitar delapan belas sampai dua puluh empat bulan, menahan pupuk agar tidak tercuci, dan menghindari daun gosong karena herbisida.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Plastik Mulsa merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id