Mulsa mampu mendukung sektor pertanian dengan baik. Namun sebelum menggunakannya, ada banyak hal yang diperhatikan. Adapun salah satunya ialah seputar berapa ketebalan mulsa yang baik? Penggunaan mulsa memang bisa memberikan manfaat optimal apabila menerapkan ketebalan yang tepat. Maka dari itu, ketahui informasi selengkapnya pada uraian berikut ini untuk tahu berapa ketebalan mulsanya.

Berapa Ketebalan Mulsa yang Baik? Ini Jawabannya

Mulsa itu sendiri ialah lapisan material yang bisanya diletakkan di permukaan tanah. Adapun tujuannya ialah untuk melindungi sekaligus mendorong pertumbuhan tanaman. Selain itu, mulsa juga bisa untuk jaga kelembaban, cegah erosi, tekan pertumbuhan gulma, menstabilkan suhu tanah sampai dengan memperbaiki struktur maupun kesuburan tanah.

Dalam ketersediaannya, mulsa bisa dibuat dari berbagai jenis bahan. Mulai dari serbuk kayu, jerami, batu kerikil, potongan rumput sampai dengan plastik. Untuk mulsa berbahan plastik saat ini sudah semakin banyak digunakan.

Plastik mulsa ini merupakan lembaran plastik untuk menutup lahan tanaman. Supaya fungsinya optimal, ketebalan yang bisa dipilih antara 27-40 mikron. Ketebalan plastik mulsa ini ternyata dipengaruhi oleh sejumlah hal. Sebut saja jenis tanaman sampai dengan periode penggunaannya.

27-30 Mikron

Untuk plastik mulsa dengan ketebalan 27-30 mikron, cenderung cocok pada tanaman semusim yang memiliki umur pendek setidaknya tak lebih dari 3 bulan. Misalnya saja mentimun dan sayuran daun. Mulsa dengan ketebalan demikian bisa untuk periode penggunaan selama 1-2 kali tanam.

35 Mikron

Selanjutnya ada mulsa dengan ketebalan 35 mikron. Plastik mulsa dengan ketebalan tersebut terbilang standar umum. Mulsa ini bisa untuk tanaman holtikultura. Contohnya melon, semangat, cabai dan tomat. Lalu untuk penggunaannya, bisa sampai 2-3 kali tanam.

40 Mikron

Ketebalan plastik mulsa yang ideal berikutnya yakni 40 mikron. Plastik mulsa dengan ketebalan tersebut sangat sesuai ditempatkan di tahan berbatu atau area yang kerap diterpa angin kencang. Saat memanfaatkan plastik mulsa setebal 40 mikron, bisa untuk 3 kali tanam atau bahkan lebih.

Plastik Mulsa
Plastik Mulsa merk Urban Plastik

Dampak Menggunakan Plastik Mulsa dengan Ketebalan Tak Sesuai

Ada dampak tersendiri yang bisa dirasakan saat menggunakan plastik mulsa dengan ketebalan yang tak sesuai. Adapun salah satunya ialah plastik mulsa jadi mudah sobek. Misalnya saja mengandalkan plastik mulsa dengan 30 mikron untuk melindungi tanaman cabai yang umurnya 6 bulan di kondisi lahan penuh batu. Mulsa tersebut sudah pasti cepat rusak.

Selain karena ketebalan, sebenarnya plastik mulsa juga bisa lebih cepat sobek jika memiliki kualitas rendah atau belum SNI. Hal ini karena plastik mulsa dengan kualitas rendah biasanya memiliki ketebalan tak konsisten. Tak hanya itu, plastik mulsa juga lebih rentan sobek jika teknik pemasangannya salah. Contohnya saat memasang plastik mulsa namun terlalu kencang ketika menariknya.

Teknik pemasangan tersebut hanya akan membuat plastik mulsa cepat rusak sebab nantinya mengalami penyusutan atau pemuaian. Proses menyusut dan memuai ini bisa terjadi lantaran perubahan suhu. Solusinya, pasanglah plastik mulsa dalam ketegangan yang sesuai. Dalam artian, jangan terlalu kencang ataupun terlalu kendur. Jika sudah demikian, manfaat dari penggunaan plastik mulsa jadi terasa lebih optimal.

Dari uraian di atas, tentunya bisa tahu dan tak mempertanyakan lagi berapa ketebalan mulsa yang baik? Karena sudah memahami ketebalan idealnya, maka bisa menerapkannya saat ingin melangsungkan pertanian. Saat memilih plastik mulsa dengan ketebalan yang tepat, tentu bisa melindungi tanaman secara optimal.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Plastik Mulsa merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938  (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id .