Geomembrane HDPE vs terpal plastik biasa untuk kolam masih sering dibanding-bandingkan. Kolam memang bisa dibuat dengan mengandalkan kedua jenis bahan tersebut. Namun secara garis besar, geomembrane HDPE lebih banyak peminatnya.
Geomembrane HDPE vs Terpal Plastik Biasa untuk Kolam Simak Komparasinya
HDPE ialah singkatan dari High-Density Polyethylene. Bahan ini sudah semakin banyak digunakan, tak terkecuali untuk pembuatan kolam sekalipun. Tak mengherankan karena geomembrane HDPE memang memiliki sejumlah kelebihan. Keunggulannya mulai dari tingkat ketahanannya terhadap UV tinggi, biaya material lebih murah dan masih banyak lagi. Karena kelebihan tersebut, pengguna bisa merasakan banyak manfaat atau keuntungan tersendiri.
Berbicara soal geomembrane HDPE itu sendiri ternyata mencakup 2.5% carbon black, heat stabilizer, anti oksidan dan 97.5% polimer. Komposisi tersebut membuatnya semakin unggul sebagai lapisan kolam sebab cenderung impermeable atau kedap.
Selain hal itu, sebenarnya masih ada banyak poin lainnya yang memperlihatkan keistimewaan geomembrane HDPE daripada terpal plastik biasa untuk kolam. Langsung saja, berikut beberapa diantaranya.
Ketahanan Terhadap Kondisi Ekstrem
Geomembrane HDPE cenderung lebih baik daripada terpal plastik biasa untuk kolam lantaran memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap kondisi ekstrem. Baik itu paparan sinar UV matahari maupun zat kimia.
Karena ketahanan tersebut, geomembrane HDPE bisa tahan selama 10 tahun lebih. Hal ini berbeda dengan terpal plastik biasa sebab hanya tahan dalam kurun waktu 1-2 tahun saja. Selebihnya, terpal plastik biasa akan getas. Karena lebih awet, geomembrane HDPE tentu bisa menghemat anggaran pengguna.
Risiko Kebocoran
Perbandingan keduanya juga tampak jelas dari risiko kebocoran. Dalam hal ini, geomembrane HDPE mempunyai sifat kedap air yang baik. Apabila menerapkan pemasangan geomembrane HDPE yang tepat, maka bisa meminimalisir risiko kebocoran. Alasannya lantaran pemasangan yang tepat dengan mengandalkan teknik welding, bisa menghasilkan lapisan rapat. Hal inilah yang membuat kolam berbahan geomembrane HDPE sulit bocor.
Lain halnya jika mengandalkan terpal plastik biasa. Bahan ini lebih tipis sehingga rentan mengalami kebocoran. Terlebih lagi jika terkena batu yang tajam atau gesekan dengan tanah. Apabila sudah terlanjur bocor, sebenarnya masih bisa diperbaiki. Akan tetapi, perbaikannya tersebut hanya bersifat sementara. Dalam artian, terpal bisa kembali rusak sewaktu-waktu. Jika sudah demikian, maka akan ganggu stabilitas kolam.
Kemampuan Jaga Stabilitas Mutu Air
Dalam membandingkan bahan geomembrane HDPE dan terpal plastik biasa untuk kolam, tentu juga cermati kemampuannya saat menjaga stabilitas nutu air. Untuk geomembrane HDPE nyatanya mampu melakukannya dengan baik dan lebih unggul daripada terpal plastik biasa. Untuk alasannya lantaran terpal plastik biasa cenderung memiliki kandungan bahan kimia tambahan. Hal ini terjadi saat proses produksinya. Bahan kimia tersebut memiliki risiko luruh ke dalam air di kolam seiring waktu penggunaanya.
Namun hal tersebut tak berlaku untuk geomembrane HDPE. Hal ini karena bahan tersebut tak akan bereaksi dengan zat kimia. Oleh sebab itu, air di kolam bisa tetap aman tanpa kontaminasi bahan pelapis. Selain jaga kualitas air tetap stabil, penggunaan bahan tersebut juga bisa memudahkan proses pembersihan kolamnya. Hal ini menguntungkan pengguna, terlebih saat memanfaatkannya untuk kolam ikan.
Geomembrane HDPE vs terpal plastik biasa untuk kolam memang penting diperhatikan. Dari perbandingan tersebut, tampak jelas bahwa geomembrane HDPE lebih unggul daripada terpal plastik biasa dalam pembuatan kolam. Maka dari itu, jangan ragu andalkan bahan geomembrane HDPE saat ingin membuat kolam dan rasakan sendiri segudang kelebihan yang ada padanya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomembrane merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 9151 338 (Anna) atau: Email: info@urbanplastic.id .
