Peran geomembrane untuk proyek tambak udang itu sebagian besar untuk memisahkan antara air dengan tanah disekitarnya agar tidak merembes atau bocor. Sedangkan untuk spesifikasi geomembrane untuk tambak udang yang tepat berbahan HDPE, density ≥ 0.940 gr/cm³, ketebalan 0.75 mm, tensile strength 11-22 kN/m, elongation: 700%, dan ukuran atau luas roll 7 x 100 m (700 m²).
Hal itu sangat berguna dalam pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, membuka peluang penerapan berbagai material pendukung seperti geomembrane. Dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun dan luas kawasan sekitar 2.150 hektare, proyek ini mengusung konsep Integrated Shrimp Farming (ISF).
Dimana menuntut efisiensi tinggi, kontrol kualitas lingkungan, serta daya tahan infrastruktur jangka panjang. Untuk itu, apa saja peran detail penggunaan geomembrane di proyek tambak udang? Artikel dari Urban Plastic ini akan membahasnya serta apa saja spesifikasi yang harus Anda perhatikan saat memilih geomembrane untuk tambak udang yang tepat.
Peran Geomembrane untuk Proyek Tambak udang
Konsep ISF mengintegrasikan berbagai komponen penting dalam satu kawasan, yaitu sistem intake air laut, kolam budidaya intensif, saluran distribusi, sampai instalasi pengolahan limbah. Setiap elemen ini membutuhkan sistem pelapisan dan perlindungan yang menjamin kestabilan. Di tambak pada umumnya, tantangannya yaitu kebocoran kolam, naik turunnya kualitas air, serta kontaminasi dari tanah dasar.
Dalam skala proyek sebesar ini, risiko berdampak pada produktivitas dan efisiensi biaya, serta keberlanjutan lingkungan (environment sustainability). Untuk itulah geomembrane berperan sebagai lapisan kedap air, dimana mampu untuk:
- Mencegah rembesan air ke dalam tanah
- Menjaga stabilitas parameter kualitas air
- Mengurangi potensi kontaminasi zat kimia dan faktor biologis
- Memperpanjang usia penggunaan kolam udang
- Untuk perluasan ke aplikasi atau infrastruktur lainnya yang berhubungan
Untuk perluasan ke infrastruktur terkait, proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu, penerapannya ke kolam pembesaran, kolam penampungan air (reservoir), saluran distribusi air laut, dan sistem pengolahan limbah (IPAL). Setiap area tersebut membutuhkan spesifikasi geomembrane yang berbeda, tergantung pada tekanan hidrostatis, paparan sinar UV, dan karakteristik tanah dasar.
Oleh karena itu, pemilihan produk tidak bisa dilakukan asal-asalan, harus berbasis analisis teknis. Sebagai penyedia solusi geosintetik, Urban Plastic memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik dari sisi kualitas material maupun spesifikasinya.
Spesifikasi Geomembrane yang Tepat untuk Proyek Tambak Udang di Waingapu, Sumba Timur
Untuk proyek berskala besar seperti ini, pemilihan geomembrane tidak bisa sembarangan. Anda membutuhkan material dengan spesifikasi yang mampu menjawab tantangan yang sudah kami sebutkan sebelumnya. Produk dari Urban Plastic dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dengan karakteristik:
- Ketahanan terhadap sinar UV untuk penggunaan jangka panjang di area terbuka
- Kekuatan tarik tinggi untuk menahan tekanan air dalam volume besar
- Ketahanan terhadap bahan kimia dari pakan dan limbah budidaya
- Fleksibilitas tinggi sehingga mudah dipasang pada berbagai kontur lahan
- Tersedia untuk skala proyek yang berbeda-beda (kecil – menengah – besar)
Untuk itu beberapa komponen spesifikasi berikut:
1. Material dan Komposisi
Material geomembrane di Urban Platic yaitu HDPE (High Density Polyethylene) dengan density ≥ 0.940 gr/cm³ yang mengandung carbon black sekitar 2-3% (UV stabilizer). Yang artinya tahan UV ekstrem (cocok untuk Sumba Timur) dan tahan air laut, limbah organik, bahan kimia tambak.
2. Ketebalan (Thickness Tambak Udang)
Thickness perlu jadi perhatian saat akan diterapkan pada tambak udang. Sedangkan ketebalan 0,75 mm, 1 mm, dan 1,5 mm ketiganya sama-sama memiliki toleransi ±10%. Untuk kolam budidaya bisa dengan ketebalan 0.75 mm dan untuk tandon atau IPAL bisa 1.0 – 1.5 mm.
3. Kekuatan Tarik (Tensile Strength)
Tensile strength, untuk 0.75 mm yaitu:
- Yield strength: 11 kN/m
- Break strength: 22 kN/m
- Elongation break: 700%
Itu artinya geomembrane di Urban Plastic sangat fleksibel (tidak mudah sobek saat pemasangan) dan bisa mengikuti kontur tanah tambak.
Pilihan Geomembrane untuk Proyek Tambak Udang di Urban Plastic
Urban Plastic sebagai supplier dari plastik dan material geoteknik di Indonesia, ikut mendukung kelancaran dalam pembangunan proyek tambak udang di seluruh Indonesia. Dari spesifikasi tersebut, penggunaan geomembrane di Waingapu, Sumba Timur bisa memenuhi kebutuhan perkuatan tanah dasar, filtrasi, dan pengendalian air.
Spesifikasi yang tepat untuk proyek tambak udang, yaitu:
- Material: geomembrane HDPE
- Density : ≥ 0.940 gr/cm³
- Ketebalan: 0.75 mm (bisa lebih, bergantung skala proyek)
- Tensile strength: 11-22 kN/m
- Elongation: 700%
- Ukuran roll: 7 x 100 m (700 m²)
Frequently Asked Question (FAQ)
1. Apa Saja Peran Geomembrane di Tambak Udang?
Geomembrane berfungsi sebagai lapisan kedap air yang menjaga kualitas air, mencegah kebocoran, dan meningkatkan efisiensi budidaya.
2. Apakah Geomembrane Hanya Digunakan pada Kolam Budidaya Udang?
Tidak. Geomembrane juga digunakan pada reservoir, saluran air, dan kolam pengolahan limbah.
3. Apa Kelebihan Menggunakan Geomembrane di Pembangunan Tambak Udang?
Keuntungannya yaitu lebih tahan lama, minim kebocoran, mudah perawatan, dan mendukung kontrol kualitas air yang lebih stabil.
4. Bagaimana Dampak Penggunaan Geomembrane di Lingkungan Tambak Udang?
Geomembrane membantu mencegah pencemaran tanah dan air, sehingga mendukung budidaya yang lebih ramah lingkungan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomembrane merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id .
